Tag: Muhidin M. Dahlan

Dari Resensi ke Kelahi

Buku kiat-kiat menulis terus diproduksi. Dan, orang-orang terus membeli. Namun, buku tersebut tak membuat tulisan mereka gagah, malahan merosot.

Tips menulis tidak ujug-ujug membuat kita lihai menyusun kalimat dan paragraf sehingga menjadi satu tulisan utuh. Namun, metode yang diajarkan penulis yang sudah lama bergulat di dunia teks, setidaknya, bisa membuka wawasan kita bagaimana membuat paragraf pertama, mengolah isi, dan mengakhirinya. Apalagi ditambah si penulis membentangkan contoh-contoh resensi dari prakemerdekaan, awal kemerdekaan, hingga pascareformasi, minimal, kita tahu bagaimana keragaman tulisan (resensi). Misal, resensi Mas Marco Kartodikromo, Tjan Kiem Bie, Sukarno, Mohammad Hatta, Poerbatjaraka, P. Swantoro, Sumitro Djojohadikusumo, H.B. Jassin, Abdullah Sp, hingga resensi milik Zen RS.

Muhidin M. Dahlan dalam buku barunya, Inilah Resensi, tidak sekadar memberitahu kita jalan menembus media massa seperti yang dilakukan oleh motivator menulis pada umumnya, tetapi ia memperlihatkan seratus lebih resensi untuk menjadi contoh bagaimana menulis resensi.

(selengkapnya…)